Senin, 20 September 2010

Vaksinasi: Upaya Pencegahan Primer Kanker Serviks

dr Made Darmayasa SpOG(K)

Kanker serviks masih merupakan keganasan paling sering ditemukan pada perempuan di Indonesia. Tingginya angka kejadian kanker serviks merupakan salah satu cerminan masih rendahnya kesehatan reproduksi di Indonesia. Kanker serviks merupakan masalah kesehatan masyarakat yang belum teratasi dengan baik. Angka kejadian kanker serviks masih tinggi dan menimbulkan morboditas dan mortalitas yang tinggi pula. Responnya yang buruk terhadap kemo-radiasi menyebabkan prognosisnya masih buruk. Apalagi kasus yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah stadium lanjut. Deteksi dini terutama pada stadium lesi pra-kanker dan penanganan yang adekuat masih merupakan metode penanganan yang terbaik.
Saat ini, kanker serviks hampir 100% dihubungkan dengan infeksi virus papiloma. Dikatakan bahwa infeksi virus papiloma pada manusia hampir seluruhnya merupakan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, walaupun masih ada kemugkinan ditularkan melalui mekanisme non-seksual.
Oleh karena itu terjadi perubahan dalam strategi pencegahan, terutama dalam pencegahan primer. Dalam beberapa dekade sebelumnya, upaya pencegahan diarahkan untuk mencegah dan mengontrol beberapa faktor risiko. Saat ini, dengan diketahuinya infeksi virus papiloma sebagai penyebab, maka upaya pencegahan primer kanker serviks diarahkan untuk mencegah terjadinya infeksi virus papiloma. Salah satu dari upaya pencegahan primer tersebut adalah melalui program vaksinasi. Yang lainnya adalah menghindari prilaku seksual yang memungkinkan terjadinya infeksi virus tersebut.
Telah tersedia vaksin untuk program vaksinasi, walapun biayanya masih sangat mahal. Akan tetapi apabila dianalisis secara Chost-effective, biaya vaksinasi sangat murah dibandingkan dengan kerugian yang harus dipikul baik secara financial maupun non-finansial apabila menderita kanker serviks apalagi sudah stadium lanjut.
Program Sea and Threat merupakan program untuk poor setting dengan menggunakan teknologi tepat guna. Dengan mengkombinasikan cakupan yang tinggi pada program Sea and Threat dan Vaksinasi, diharapkan menjadi program yang dapat menurunkan angka kejadian kanker serviks secara bermakna khususnya di Bali bahkan di Indonesia.(rds)

Tidak ada komentar: