Dr AAN Anantasika SpOG(K)
Defek fase luteal , adalah tidak konsisten nya histologi endometrium dengan tanggal kronologis siklus haid. Dapat di sebabkan oleh kurangnya produksi Progesteron oleh korpus luteum, atau endometrium gagal berrespon terhadap hormone steroid ovarium.
Insiden DFL sangat bervariasi antara 3,7 sampai 20% pada wanita infertil yang mencerminkan belum ada persamaan dalam kriteria diagnosis.
“Histologic dating” terhadap sample endometrium merupakan ‘gold standard’ untuk evaluasi korpus luteum.
Strategi penanganan mencakup dua hal utama : memperbaiki dinamika folikel dengan ‘ follicle maturing drugs’ seperti klomifen sitrat, dan pemakaian progesterone saat fase luteal dan trimester pertama kehamilan.
Apabila kita berkecimpung dalam dunia infertilitas, sering kita dihadapkan dengan keadaan dimana semua faktor penyebab infertilitas dalam keadaan ‘baik baik saja’, atau apa yg disebut dengan ‘unexplain infertility’. Keadaan ini sesungguhnya merupakan pencerminan ketidak mampuan kita dalam mengungkap penyebab infertilitas.
Gangguan dalam reseptifitas endometrium telah diajukan sebagai salah satu sebab infertilitas. Pada hari ke 19-21 siklus haid adalah merupakan jendela implantasi, dimana saat itu endometrium ada dalam keadaan siap untuk menerima implantasi blastokis. Munculnya jendela implantasi ini tentu di latarbelakangi oleh adanya suatu perubahan hormonal yang harmonis, perkembangan folikel yang adekuat, ovulasi yang baik, serta produksi progesteron selama fase luteal yg cukup oleh korpus luteum. Gangguan dalam produksi Progesteron, serta keadaan endometrium yang terganggu dapat menyebabkan kegagalan kehamilan sebagai akibat dari suatu Defek Fase Luteal.
Penyebab DFL?
1. inadequate FSH stimulation, inhibin meningkat.
2. perubahan sekresi LH
3. defek sel granulose, menurunnya level inhibin, diameter folikel, folikel primordial.
4. inadequate estrogen priming ke endometrium
5. decreased LH surge and luteal level
6. defek korpus luteum, kelainan large cell dan small cells
7. jumlah reseptor progesterone di endometrium rendah.
8. kelainan pada awal kehamilan : kurangnya hCG, sinthesa progesteron, serta kelainan di endometrium.
Bagaimana mengetahui DFL ?
Secara klinis pasien dengan Defek Fase Luteal dapat menunjukkan pemendekan siklus haid. Siklus yg ovulatoir dengan panjang siklus kurang dari 24 hari dapat dicurigai sebagai siklus dengan defek luteal. Pasien bisa datang dengan keluhan infertilitas, atau keluhan abortus berulang.
Kadar Progesteron yg tidak adekuat, serta respon endometrium yang tidak tepat terhadap hormon ovarium dapat memulai proses haid lebih awal.
Cara cara mendiagnosis DFL:
1. mengukur lama fase luteal
2. BBT
3. pengukuran kadar P (single/multiple)
4. sonography
5. endometrial biopsi
6. fase luteal dikatakan memendek bila kurang dari 10 hari, yg biasanya menunjukkan rendahnya kadar progesteron dan gangguan fungsi korpus luteum.
Dalam penanganan pasien infertil, pemendekan fase luteal mulai di therapi bila kurang dari 12 hari.
Peningkatan progesteron 2,5 ng/ml menyebabkan kenaikan temperatur sekitar 1 F.
BBT cukup sensitif menilai ovulasi, tapi kurang baik menilai kualitas fase luteal.
Kadar progesteron 2,5ng/ml dan 15 ng/ml diterima sebagai cut off bagi fase luteal normal.Transvaginal sonografi dilakukan untuk memonitor adanya folikel praovulasi.
Apabila sudah jelas ada tanda tanda ovulasi, dapat diperkirakan adanya defek luteal dengan melihat lama antara ’masa subur’ dengan haid yang terjadi kemudian.
Biopsi endometrium merupakan gold standard diagnosis DFL. Dikatakan ’out phase’ bila ada perbedaan 3 hari atau lebih antara ’histologic dating’ dan umur kronologis siklus haid.
Bagaimana menangani DFL?
Dua langkah utama dalam menangani defek luteal adalah :
1. memperbaiki dinamika folikuler dengan memakai obat obat seperti klomifen sitrat atau gonadotropin, yg tidak hanya menghasilkan folikel lebih banyak, juga meningkatkan kadar progesteron selama fase luteal.
2. suplementasi progesteron selama fase luteal dan kehamilan trimester pertama.
Klomifen sitrat
Klomifen sitrat meningkatkan sekresi FSH dan menyebabkan perkembangan folikel lebih banyak dan besar. Akibatnya, reseptifitas LH ditingkatkan. Meningkatnya kadar estrogen pada fase folikuler juga meningkatkan jumlah reseptor steroid di endometrium.
Pada keadaan tertentu, KS justru dapat menyebabkan timbulnya defek luteal pada 30-50% siklus, lewat efek anti estrogeniknya menekan jumlah reseptor progesteron dan membuat endometrium ’out of phase’ serta kurang responsif terhadap Progesteron.
Suplementasi Progesteron.
DFL berkaitan dengan ekspresi abnormal integrin (αvβ3) , suatu biomarker reseptifitas endometrium, yang mempengaruhi jendela implantasi. Biopsi endometrium pada DFL di hari ke 20-21 kronologis haid, menunjukkan keadaan ’out phase’ dan tidak adanya ekspresi αvβ3 integrin. Pada suplementasi progesteron sebagian besar menunjukkan pemulihan histologis endometrium serta normalnya ekspresi integrin.
DFL merupakan penyebab yang potensial dan nyata dalam kelainan reproduksi.
Langkah yang dianjurkan adalah :
- melakukan standardisasi diagnosis
- hanya ahli histologi atau ’reproductive endocrinologist’ yang terlatih dalam dating endometrium yg memeriksa sampel endometrium.
- Begitu diagnosis ditegakkan , penanganan dapat di tingkatkan se 'minimal invasive’ mungkin.(rds)
Senin, 20 September 2010
Vaksinasi: Upaya Pencegahan Primer Kanker Serviks
dr Made Darmayasa SpOG(K)
Kanker serviks masih merupakan keganasan paling sering ditemukan pada perempuan di Indonesia. Tingginya angka kejadian kanker serviks merupakan salah satu cerminan masih rendahnya kesehatan reproduksi di Indonesia. Kanker serviks merupakan masalah kesehatan masyarakat yang belum teratasi dengan baik. Angka kejadian kanker serviks masih tinggi dan menimbulkan morboditas dan mortalitas yang tinggi pula. Responnya yang buruk terhadap kemo-radiasi menyebabkan prognosisnya masih buruk. Apalagi kasus yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah stadium lanjut. Deteksi dini terutama pada stadium lesi pra-kanker dan penanganan yang adekuat masih merupakan metode penanganan yang terbaik.
Saat ini, kanker serviks hampir 100% dihubungkan dengan infeksi virus papiloma. Dikatakan bahwa infeksi virus papiloma pada manusia hampir seluruhnya merupakan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, walaupun masih ada kemugkinan ditularkan melalui mekanisme non-seksual.
Oleh karena itu terjadi perubahan dalam strategi pencegahan, terutama dalam pencegahan primer. Dalam beberapa dekade sebelumnya, upaya pencegahan diarahkan untuk mencegah dan mengontrol beberapa faktor risiko. Saat ini, dengan diketahuinya infeksi virus papiloma sebagai penyebab, maka upaya pencegahan primer kanker serviks diarahkan untuk mencegah terjadinya infeksi virus papiloma. Salah satu dari upaya pencegahan primer tersebut adalah melalui program vaksinasi. Yang lainnya adalah menghindari prilaku seksual yang memungkinkan terjadinya infeksi virus tersebut.
Telah tersedia vaksin untuk program vaksinasi, walapun biayanya masih sangat mahal. Akan tetapi apabila dianalisis secara Chost-effective, biaya vaksinasi sangat murah dibandingkan dengan kerugian yang harus dipikul baik secara financial maupun non-finansial apabila menderita kanker serviks apalagi sudah stadium lanjut.
Program Sea and Threat merupakan program untuk poor setting dengan menggunakan teknologi tepat guna. Dengan mengkombinasikan cakupan yang tinggi pada program Sea and Threat dan Vaksinasi, diharapkan menjadi program yang dapat menurunkan angka kejadian kanker serviks secara bermakna khususnya di Bali bahkan di Indonesia.(rds)
Kanker serviks masih merupakan keganasan paling sering ditemukan pada perempuan di Indonesia. Tingginya angka kejadian kanker serviks merupakan salah satu cerminan masih rendahnya kesehatan reproduksi di Indonesia. Kanker serviks merupakan masalah kesehatan masyarakat yang belum teratasi dengan baik. Angka kejadian kanker serviks masih tinggi dan menimbulkan morboditas dan mortalitas yang tinggi pula. Responnya yang buruk terhadap kemo-radiasi menyebabkan prognosisnya masih buruk. Apalagi kasus yang datang ke fasilitas pelayanan kesehatan sudah stadium lanjut. Deteksi dini terutama pada stadium lesi pra-kanker dan penanganan yang adekuat masih merupakan metode penanganan yang terbaik.
Saat ini, kanker serviks hampir 100% dihubungkan dengan infeksi virus papiloma. Dikatakan bahwa infeksi virus papiloma pada manusia hampir seluruhnya merupakan infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual, walaupun masih ada kemugkinan ditularkan melalui mekanisme non-seksual.
Oleh karena itu terjadi perubahan dalam strategi pencegahan, terutama dalam pencegahan primer. Dalam beberapa dekade sebelumnya, upaya pencegahan diarahkan untuk mencegah dan mengontrol beberapa faktor risiko. Saat ini, dengan diketahuinya infeksi virus papiloma sebagai penyebab, maka upaya pencegahan primer kanker serviks diarahkan untuk mencegah terjadinya infeksi virus papiloma. Salah satu dari upaya pencegahan primer tersebut adalah melalui program vaksinasi. Yang lainnya adalah menghindari prilaku seksual yang memungkinkan terjadinya infeksi virus tersebut.
Telah tersedia vaksin untuk program vaksinasi, walapun biayanya masih sangat mahal. Akan tetapi apabila dianalisis secara Chost-effective, biaya vaksinasi sangat murah dibandingkan dengan kerugian yang harus dipikul baik secara financial maupun non-finansial apabila menderita kanker serviks apalagi sudah stadium lanjut.
Program Sea and Threat merupakan program untuk poor setting dengan menggunakan teknologi tepat guna. Dengan mengkombinasikan cakupan yang tinggi pada program Sea and Threat dan Vaksinasi, diharapkan menjadi program yang dapat menurunkan angka kejadian kanker serviks secara bermakna khususnya di Bali bahkan di Indonesia.(rds)
Kamis, 16 September 2010
Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan(P2KB)
P2KB POGI adalah semua aktivitas yang dilakukan oleh semua SpOG, baik formal antara lain temu pakar, pembahasan kasus, temu audit; maupun informal dalam rangka mempertahankan, meningkatkan, mengembangkan dan menambah pengetahuan, keterampilan, dan sikap (attitude) sebagai tanggapan (response) atas kebutuhan pasien.
Pada awalnya kewajiban organisasi profesi secara moral untuk melindungi masyarakat terhadap tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh para anggotanya dalam lingkup profesi spesifikasinya. Perkembangan selanjutnya, mengarah kepada kewajiban dan kewenangan secara hukum untuk menentukan standar kemampuan profesional minimal dan standar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam bentuk pemberian sertifikasi.
POGI melalui Kolegium Obstetri dan Ginekologi, membuat Standar Pendidikan Spesialis Obgin yang memuat standar kompetensi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Standar kelulusan ini merupakan persyaratan untuk Sertifikasi Awal. Sertifikasi menunjukkan kompetensi, namun untuk dapat melakukan praktek profesi secara mandiri di masyarakat, masih diperlukan adanya kewenangan secara hukum melalui registrasi.
Proses pembelajaran atau pendidikan berkelanjutan tersebut dikenal sebagai Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB). Program P2KB pada dasarnya merupakan upaya pembinaan (oversight) bersistem bagi professional – dalam hal ini SpOG, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan mengembangkan sikap (attitude) agar senantiasa dapat menjalankan profesinya dengan baik.
Langkah-langkah yang perlu dijalankan oleh setiap anggota POGI:
Persyaratan administrasi yang dikumpulkan oleh masing-masing anggota:
1. Pas foto 3x4 sebanyak 4 lembar
2. Fotocopy KTA IDI
3. Fotocopy KTA POGI
4. Fotocopy STR
5. Fotocopy SIP 3 tempat
6. Surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki SIP
7. Laporan pribadi kegiatan 5 ranah [Klik di sini] yang telah dilakukan dalam kurun waktu 2007- 2010 (mengingat kegiatan 2011 belum dilaksanakan, namun STR akan habis masa berlakunya)
8. Fotocoopy ijazah spesialis
Pada awalnya kewajiban organisasi profesi secara moral untuk melindungi masyarakat terhadap tindakan-tindakan yang dilaksanakan oleh para anggotanya dalam lingkup profesi spesifikasinya. Perkembangan selanjutnya, mengarah kepada kewajiban dan kewenangan secara hukum untuk menentukan standar kemampuan profesional minimal dan standar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam bentuk pemberian sertifikasi.
POGI melalui Kolegium Obstetri dan Ginekologi, membuat Standar Pendidikan Spesialis Obgin yang memuat standar kompetensi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi. Standar kelulusan ini merupakan persyaratan untuk Sertifikasi Awal. Sertifikasi menunjukkan kompetensi, namun untuk dapat melakukan praktek profesi secara mandiri di masyarakat, masih diperlukan adanya kewenangan secara hukum melalui registrasi.
Proses pembelajaran atau pendidikan berkelanjutan tersebut dikenal sebagai Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan (P2KB). Program P2KB pada dasarnya merupakan upaya pembinaan (oversight) bersistem bagi professional – dalam hal ini SpOG, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), dan mengembangkan sikap (attitude) agar senantiasa dapat menjalankan profesinya dengan baik.
Langkah-langkah yang perlu dijalankan oleh setiap anggota POGI:
Persyaratan administrasi yang dikumpulkan oleh masing-masing anggota:
1. Pas foto 3x4 sebanyak 4 lembar
2. Fotocopy KTA IDI
3. Fotocopy KTA POGI
4. Fotocopy STR
5. Fotocopy SIP 3 tempat
6. Surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki SIP
7. Laporan pribadi kegiatan 5 ranah [Klik di sini] yang telah dilakukan dalam kurun waktu 2007- 2010 (mengingat kegiatan 2011 belum dilaksanakan, namun STR akan habis masa berlakunya)
8. Fotocoopy ijazah spesialis
Seminar
HIFERI POGI Cabang Yogyakarta akan menyelenggarakan "Continuing Medical Education (CME) On Clinical Reproduktive Endocrinology For Medical Practice" dari mulai tanggal 07 - 10 Oktober 2010, bertempat di Hotel Saphir, Yogyakarta. Bila ada yang berminat dapat menghubungi Sdri Neny (081328805757) & Sdri Yuyun (08122697494)
Senin, 09 Agustus 2010
Amankah hubungan seksual saat hamil ?
dr INyoman Rudi Susantha SpOG
Kebutuhan akan hubungan seksual pada pasangan yang sudah menikah merupakan kebutuhan batin yang normal. Saat hamil wanita ingin selalu dekat dengan suami, akibat dampak psikologis yang dialami ibu hamil karena pembesaran perut, ibu merasa tidak cantik lagi, takut suami berpaling ke pelukan wanita lain sehingga dekapan, belaian suami, hubungan seksual merupakan obat mujarab untuk mengatasi krisis kepercayaan diri.
Pertanyaan kemudian muncul, bolehkah hubungan seksual dilakukan pada saat pasangan sedang hamil?Kehamilan bukan merupakan penghalang bagi suami istri untuk melakukan hubungan seksual selama tidak ada masalah pada kehamilan, dan hubungan seksual pada kehamilan dapat dilakukan seperti biasa, oleh karena pada saat hamil mulut rahim mengandung lendir kental yang mencegah pergerakan kuman dari vagina ke janin, kedua didalam rahim janin terlindung oleh selaput ketuban dan air ketuban. Ketakutan akan melukai janin saat melakukan hubungan seksual merupakan pemikiran yang salah. Namun yang perlu diwaspadai adalah hubungan seksual pada kehamilan dini, oleh karena sperma mengandung prostaglandin yang dapat mempengaruhi kontraksi rahim, dan keguguran merupakan masalah yang paling ditakuti pada saat ini.
BAGAIMANA TETAP MENIKMATI HUBUNGAN SEKSUAL
Pada kehamilan lanjut posisi senggama yang normal sulit dilakukan, akibat pembesaran perut,wanita juga merasa kurang nyaman dalam melakukan hubungi seksual sehingga posisi saat senggama perlu disesuaikan sehingga memberi rasa nyaman pada istri.Hubungan seksual pada saat hamil hendaknya dilakukan secara hati-hati dan hanya bersifat rekreatif
BERBAHAYAKAH MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL PADA SAAT HAMIL ?
Hal diatas berlaku bila selama kehamilan tidak ada masalah, namun bila kehamilan berisiko seperti:
Ancaman keguguran atau riwayat keguguran, akan berisiko terjadi keguguran berulang
Plasenta letak rendah (ari-ari tertanam di segmen bawah rahim), khawatir terjadi perdarahan hebat saat hubungan seksual.Riwayat kelahiran prematur, akan mengancam terjadinya persalinan sebelum waktunya.Keluar cairan ketuban, bila ketuban sudah keluar berarti selaput ketuban yang berfungsi sebagai pelindung janin dari kuman yang ada di daerah vagina robek, akibatnya hubungan seksual akan mengantarkan kuman di vagina ke dalam rahim melalui sel-sel sperma, risikonya dapat menyebabkan infeksi pada janin. Penyakit hubungan seksual (PHS),seperti: GO, siphilis, HIV/Aids, dll.Suami atau istri yang sedang hamil atau tidak hamil bila menderita penyakit ini sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual, sampai benar-benar sembuh berdasakan penilaian dan pemeriksaan dokter yang ahli dalam bidangnya.Bila hubungan seksual tidak dapat di hindari sebaiknya menggunakan kondom. Dampak yang paling ditakuti bukan saja penularan ke janin, namun penularan ke pasangan juga.
Kebutuhan akan hubungan seksual pada pasangan yang sudah menikah merupakan kebutuhan batin yang normal. Saat hamil wanita ingin selalu dekat dengan suami, akibat dampak psikologis yang dialami ibu hamil karena pembesaran perut, ibu merasa tidak cantik lagi, takut suami berpaling ke pelukan wanita lain sehingga dekapan, belaian suami, hubungan seksual merupakan obat mujarab untuk mengatasi krisis kepercayaan diri.
Pertanyaan kemudian muncul, bolehkah hubungan seksual dilakukan pada saat pasangan sedang hamil?Kehamilan bukan merupakan penghalang bagi suami istri untuk melakukan hubungan seksual selama tidak ada masalah pada kehamilan, dan hubungan seksual pada kehamilan dapat dilakukan seperti biasa, oleh karena pada saat hamil mulut rahim mengandung lendir kental yang mencegah pergerakan kuman dari vagina ke janin, kedua didalam rahim janin terlindung oleh selaput ketuban dan air ketuban. Ketakutan akan melukai janin saat melakukan hubungan seksual merupakan pemikiran yang salah. Namun yang perlu diwaspadai adalah hubungan seksual pada kehamilan dini, oleh karena sperma mengandung prostaglandin yang dapat mempengaruhi kontraksi rahim, dan keguguran merupakan masalah yang paling ditakuti pada saat ini.
BAGAIMANA TETAP MENIKMATI HUBUNGAN SEKSUAL
Pada kehamilan lanjut posisi senggama yang normal sulit dilakukan, akibat pembesaran perut,wanita juga merasa kurang nyaman dalam melakukan hubungi seksual sehingga posisi saat senggama perlu disesuaikan sehingga memberi rasa nyaman pada istri.Hubungan seksual pada saat hamil hendaknya dilakukan secara hati-hati dan hanya bersifat rekreatif
BERBAHAYAKAH MELAKUKAN HUBUNGAN SEKSUAL PADA SAAT HAMIL ?
Hal diatas berlaku bila selama kehamilan tidak ada masalah, namun bila kehamilan berisiko seperti:
Ancaman keguguran atau riwayat keguguran, akan berisiko terjadi keguguran berulang
Plasenta letak rendah (ari-ari tertanam di segmen bawah rahim), khawatir terjadi perdarahan hebat saat hubungan seksual.Riwayat kelahiran prematur, akan mengancam terjadinya persalinan sebelum waktunya.Keluar cairan ketuban, bila ketuban sudah keluar berarti selaput ketuban yang berfungsi sebagai pelindung janin dari kuman yang ada di daerah vagina robek, akibatnya hubungan seksual akan mengantarkan kuman di vagina ke dalam rahim melalui sel-sel sperma, risikonya dapat menyebabkan infeksi pada janin. Penyakit hubungan seksual (PHS),seperti: GO, siphilis, HIV/Aids, dll.Suami atau istri yang sedang hamil atau tidak hamil bila menderita penyakit ini sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual, sampai benar-benar sembuh berdasakan penilaian dan pemeriksaan dokter yang ahli dalam bidangnya.Bila hubungan seksual tidak dapat di hindari sebaiknya menggunakan kondom. Dampak yang paling ditakuti bukan saja penularan ke janin, namun penularan ke pasangan juga.
Selasa, 03 Agustus 2010
Berita Duka Pogi Cabang Denpasar
Berita POGI Cabang Denpasar :
Telah meninggal Ayahnda Mertua dr. Made Oka Asmara Jaya, SpOG
Rencana Ngaben pada Hari Sabtu, 7 Agustus 2010 di Jl. Suradipa
No 7 Peguyangan.
Terima Kasih.
Telah meninggal Ayahnda Mertua dr. Made Oka Asmara Jaya, SpOG
Rencana Ngaben pada Hari Sabtu, 7 Agustus 2010 di Jl. Suradipa
No 7 Peguyangan.
Terima Kasih.
Senin, 02 Agustus 2010
Undangan anggota POGI Cabang Denpasar
No : /POGI/DPS/VIII/2010 Denpasar, 2 Agustus 2010
Lampiran : -
Perihal : Undangan
Kepada Yth :
1. Anggota POGI Cabang Denpasar
2. Kepala Puskesmas se-Kota Denpasar
di-
Tempat
Dengan hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa POGI Cabang Denpasar bekerjasama dengan PT MSD Indonesia akan mengadakan Seminar Sehari dengan topik Cancer Vaccine Or HPV Vaccine dengan pembicara tunggal Prof.Dr.dr. Ketut Suwiyoga, SpOG(K) yang akan dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Sabtu, 7 Agustus 2010
Jam : 09.00 Wita - selesai
Tempat : Gedung Widya Sabha Ruang Teater lt 4 FK Unud
Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami mengundang Sejawat untuk hadir sebagai peserta pada acara tersebut diatas.Tidak dipungut biaya registrasi. Peserta dibatasi 100 orang. Akreditasi IDI untuk peserta 3 SKP.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.
Pengurus POGI Cabang Denpasar,
dr. Made Suyasa Jaya, SpOG(K) dr. AAN. Anantasika, SpOG(K)
Ketua Sekretaris
Lampiran : -
Perihal : Undangan
Kepada Yth :
1. Anggota POGI Cabang Denpasar
2. Kepala Puskesmas se-Kota Denpasar
di-
Tempat
Dengan hormat,
Bersama ini kami sampaikan bahwa POGI Cabang Denpasar bekerjasama dengan PT MSD Indonesia akan mengadakan Seminar Sehari dengan topik Cancer Vaccine Or HPV Vaccine dengan pembicara tunggal Prof.Dr.dr. Ketut Suwiyoga, SpOG(K) yang akan dilaksanakan pada :
Hari/tanggal : Sabtu, 7 Agustus 2010
Jam : 09.00 Wita - selesai
Tempat : Gedung Widya Sabha Ruang Teater lt 4 FK Unud
Sehubungan dengan hal tersebut, maka kami mengundang Sejawat untuk hadir sebagai peserta pada acara tersebut diatas.Tidak dipungut biaya registrasi. Peserta dibatasi 100 orang. Akreditasi IDI untuk peserta 3 SKP.
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kehadirannya kami ucapkan terima kasih.
Pengurus POGI Cabang Denpasar,
dr. Made Suyasa Jaya, SpOG(K) dr. AAN. Anantasika, SpOG(K)
Ketua Sekretaris
Jumat, 16 Juli 2010
RAPAT PENGURUS POGI DENPASAR 16 JULI 2010

Rapat pengurus POGI Denpasar dilaksanakan pada tanggal 16 juli 2010 menghasilkan beberapa program kerja. Dr Made Suyasa Jaya SpOG(K) selaku ketua POGI Denpasar yang membuka rapat mengawali penyampaian program kerja mulai dari ketentuan P2KB. Dr Putra Adnyana SpOG(K) dalam laporannya menjelaskan bahwa kedepannya P2KB akan diawali dengan program jangka pendek dan jangka panjang.
1.Jangka pendek
•Sosialisasi pengisian Buku Log dan Buku Borang Penilaian Diri
•Mempersiapkan pendaftaran/sertifikasi ulang bagi sejawat SpOG yang STR nya
berakhir 2011 dan 2012
- mengisi borang
- mengisi buku log
2.Jangka panjang
•Memeriksa kebenaran dokumen P2KB yang menyertai borang penilaian diri
•Menghitung SKP P2KB
•Meneruskan borang penilaian diri yang telah diperiksa ke Komisi P2KB
•P2KB bertugas menilai dan memberikan rekomendasi untuk keperluan surat tugas
dan surat ijin praktek
Untuk itu, diharapkan kepada seluruh anggota POGI yang STRnya akan berakhir diharapkan sudah mengumpulkan borang penilaian diri paling lambat 7 bulan sebelum masa berakhirnya STR ke Tim P2KB melalui dr Putra Adnyana SpOG(K), yang akan diteruskan ke Komisi P2KB paling lambat 6 bulan sebelum masa berlakunya STR berakhir. Dihimbau pula kepada seluruh anggota POGI agar mengisi buku log setiap hari, dilanjutkan dengan pengisian borang. Setelah tahun 2012, pengisian borang harus disahkan Direktur Medik tempat bekerja .
Cara pengisian sudah ada pada modul yang diberikan ,dengan jumlah SKP 250 dalam 5 tahun/50 SKP per Tahun . ALARM akan diwajibkan.
Ada 3 hal penting yang menjadi prioritas program sie pengabdian masyarakat diantaranya:
•Penyuluhan tentang pendidikan kesehatan reproduksi remaja tingkat sekolah menengah di masing2 Kabupaten
•Bakti sosial
•Menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) : menyikapi pertemuan AMP di Bandung
Dr Darmayasa SpOG(K) juga merencanakan pentingnya penyuluhan kesehatan reproduksi remaja, untuk itu sie pengabdian masyarakat bertekad untuk menggandeng pihak berkompeten dalam mensosialisasikan program ini. acara bakti sosial akan digandengkan dengan kegiatan besar lainnya.
Dr Made Suyasa jaya SpOG, juga menegaskan pentingnya pembentukan koperasi POGI, sesuai AD/ART, di harapkan program ini dapat terbentuk sehingga, kedepannya kesejahteraan anggota(khususnya POGI) bisa tercapai. Tujuan utama terbentuknya koperasi adalah memupuk kebersamaan diantara anggota POGI.
Terakhir Dr IB Semadi Putra SpOG, memaparkan program kerja hubungan antar anggota dan anggota luar. Beberapa hal yang dijabarkan adalah:
•Menjalin komunikasi dan kebersamaan à hubungan yang harmonis
•Menunjukkan kepedulian kepada anggota POGI, misal : HUT anggotaà via sekretariat mengirim SMS, & ,mengirim SMS bagi anggota yang mengalami kedukaan
•Gathering : waktu dan tempat disesuaikan Pendanaan : sponsorship & koperasi ??
•Membentuk media komunikasi diantaranya:
Blog POGI : http://www.pogibali.blogspot.com
Email : pogibali@gmail.com
Newsletter
Akhir kata semoga apa yang menjadi agenda kerja bisa tercapai sesuai harapan. (rds)
Sabtu, 26 Juni 2010
mengenal Figur Ketua POGI Denpasar 2010-2013
Berakhirnya masa kepemimpinan Prof suwiyoga yang sudah dua kali memegang kursi tertinggi kepengurusan POGI cab Denpasar, nama dokter kelahiran surabaya(asli buleleng)1 Desember 1957 yang dikenal kocak, dekat dengan siapa saja, dan memiliki segudang pengalaman organisasi mendapat lirikan dari anggota POGI denpasar, sehingga pada saat pemilihan ketua dr made Suyasa Jaya SpOG(K), meski mendapat saingan berat dari Dua rival beliau, dr anantasika SpOG(K) dan dr kadek Sugiharta SpOG(K) tapi dr made suyasa jaya yang akrab dipanggil dr Kadek atau dr SJ tetap melaju sebagai pemegang tampuk tertinggi POGI Denpasar.Saat ini dr Kadeek bertekad untuk melengkapi susunan pengurus mengacu pada AD/ART, yang baru dari kepengurusan dr kadek adalah dibentuknya Dewan pertimbangan cabang, yang diharapkan memberikan solusi dan masukan yang cerdas dan bijak terhadap segala permasalahan yang dihadapi. dr kadek juga bertekad membuat program kerja yang sifatnya "membumi" bisa dilaksanakan dan berdampak positif terhadap keberadaan organisasi.baik dimata kita sendiri maupun dimata masyarakat luas. "Dlm mengemban
misi organisasi, dr kadek mengharapkan partisipasi para anggota utk bisa bahu-membahu kita bekerja utk kemajuan dan kesejahteraan bersama.Media" blog" ini diharapkan bisa menjadi sarana komunikasi kita dlm segala hal, baik info organisasi, aktivitas para anggota, penyegaran2 berbagai ilmu dibidang obs-gin, ataupun bisa dimanfaatkan utk sarana konsultasi kpd divisi2 yg ada di pusat pendidikan (RSUP Sanglah). Mudah2an jg media ini bisa dianggap sapaan kami para pengurus kpd seluruh anggota, bhw kami selalu ingin kebersamaan dlm setiap langkah". kata dokter kadek menutup sambutannya(rds)
misi organisasi, dr kadek mengharapkan partisipasi para anggota utk bisa bahu-membahu kita bekerja utk kemajuan dan kesejahteraan bersama.Media" blog" ini diharapkan bisa menjadi sarana komunikasi kita dlm segala hal, baik info organisasi, aktivitas para anggota, penyegaran2 berbagai ilmu dibidang obs-gin, ataupun bisa dimanfaatkan utk sarana konsultasi kpd divisi2 yg ada di pusat pendidikan (RSUP Sanglah). Mudah2an jg media ini bisa dianggap sapaan kami para pengurus kpd seluruh anggota, bhw kami selalu ingin kebersamaan dlm setiap langkah". kata dokter kadek menutup sambutannya(rds)
Jumat, 25 Juni 2010
Sejarah Berdirinya POGI
dikutip dari : cermin dunia kedokteran
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami dokter Indonesia yang telah ikut aktif dalam pergerakan nasional dan perjuangan kemerdekaan bangsa, bertekad untuk melanjutkan cita-cita perjuangan dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia demi tercapainya kehidupan rakyat yang sehat, adil dan makmur.
Taraf kesehatan perempuan Indonesia masih memprihatinkan seperti tercermin dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian ibu maupun perinatal. Disadari bahwa kesehatan perempuan merupakan kondisi yang mutlak harus diperhatikan, karena dari perempuan yang sehat akan lahir generasi mendatang yang sehat sehingga mampu menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia untuk bersaing diantara bangsa di dunia terutama dalam era globalisasi.
Untuk mencapai kehidupan rakyat yang sehat, adil dan makmur dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan pengamalan profesi Obstetri Ginekologi dalam rangka meningkatkan kesehatan perempuan yang merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.
Peningkatan pengamalan profesi kepada masyarakat hanya mungkin dilakukan oleh anggota Perkumpulan Obstetri Ginekologi melalui peningkatan profesionalisme yang mencakup peningkatan ilmu dan ketrampilan, kesejawatan yang didasari oleh etika dan nilai-nilai luhur serta peningkatan rasa tanggung jawab profesi baik langsung kepada pasien maupun melalui peningkatan kualitas jaringan pelayanan Obstetri Ginekologi.
Prof. Sarwono Prawirohardjo
Alm. Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG (1954-1963)
Organisasi ini bernama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (Indonesian Society of Obstetrics and Gynecology) disingkat POGI (ISOG). POGI didirikan pada tanggal 5 Juli 1954 di Jakarta, dengan ketua pertamanya adalah Alm. Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG (1954-1963).
Kedudukan POGI semakin kuat dengan disahkan melalui akte notaris No. 28 tanggal 15 Juni 2001.
POGI adalah satu-satunya organisasi profesi yang menghimpun para Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia.
(Dikutip dari http://www.pogi.or.id)
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami dokter Indonesia yang telah ikut aktif dalam pergerakan nasional dan perjuangan kemerdekaan bangsa, bertekad untuk melanjutkan cita-cita perjuangan dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia demi tercapainya kehidupan rakyat yang sehat, adil dan makmur.
Taraf kesehatan perempuan Indonesia masih memprihatinkan seperti tercermin dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian ibu maupun perinatal. Disadari bahwa kesehatan perempuan merupakan kondisi yang mutlak harus diperhatikan, karena dari perempuan yang sehat akan lahir generasi mendatang yang sehat sehingga mampu menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia untuk bersaing diantara bangsa di dunia terutama dalam era globalisasi.
Untuk mencapai kehidupan rakyat yang sehat, adil dan makmur dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan pengamalan profesi Obstetri Ginekologi dalam rangka meningkatkan kesehatan perempuan yang merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.
Peningkatan pengamalan profesi kepada masyarakat hanya mungkin dilakukan oleh anggota Perkumpulan Obstetri Ginekologi melalui peningkatan profesionalisme yang mencakup peningkatan ilmu dan ketrampilan, kesejawatan yang didasari oleh etika dan nilai-nilai luhur serta peningkatan rasa tanggung jawab profesi baik langsung kepada pasien maupun melalui peningkatan kualitas jaringan pelayanan Obstetri Ginekologi.
Prof. Sarwono Prawirohardjo
Alm. Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG (1954-1963)
Organisasi ini bernama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (Indonesian Society of Obstetrics and Gynecology) disingkat POGI (ISOG). POGI didirikan pada tanggal 5 Juli 1954 di Jakarta, dengan ketua pertamanya adalah Alm. Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG (1954-1963).
Kedudukan POGI semakin kuat dengan disahkan melalui akte notaris No. 28 tanggal 15 Juni 2001.
POGI adalah satu-satunya organisasi profesi yang menghimpun para Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia.
(Dikutip dari http://www.pogi.or.id)
Langganan:
Komentar (Atom)