Sabtu, 26 Juni 2010

mengenal Figur Ketua POGI Denpasar 2010-2013

Berakhirnya masa kepemimpinan Prof suwiyoga yang sudah dua kali memegang kursi tertinggi kepengurusan POGI cab Denpasar, nama dokter kelahiran surabaya(asli buleleng)1 Desember 1957 yang dikenal kocak, dekat dengan siapa saja, dan memiliki segudang pengalaman organisasi mendapat lirikan dari anggota POGI denpasar, sehingga pada saat pemilihan ketua dr made Suyasa Jaya SpOG(K), meski mendapat saingan berat dari Dua rival beliau, dr anantasika SpOG(K) dan dr kadek Sugiharta SpOG(K) tapi dr made suyasa jaya yang akrab dipanggil dr Kadek atau dr SJ tetap melaju sebagai pemegang tampuk tertinggi POGI Denpasar.Saat ini dr Kadeek bertekad untuk melengkapi susunan pengurus mengacu pada AD/ART, yang baru dari kepengurusan dr kadek adalah dibentuknya Dewan pertimbangan cabang, yang diharapkan memberikan solusi dan masukan yang cerdas dan bijak terhadap segala permasalahan yang dihadapi. dr kadek juga bertekad membuat program kerja yang sifatnya "membumi" bisa dilaksanakan dan berdampak positif terhadap keberadaan organisasi.baik dimata kita sendiri maupun dimata masyarakat luas. "Dlm mengemban
misi organisasi, dr kadek mengharapkan partisipasi para anggota utk bisa bahu-membahu kita bekerja utk kemajuan dan kesejahteraan bersama.Media" blog" ini diharapkan bisa menjadi sarana komunikasi kita dlm segala hal, baik info organisasi, aktivitas para anggota, penyegaran2 berbagai ilmu dibidang obs-gin, ataupun bisa dimanfaatkan utk sarana konsultasi kpd divisi2 yg ada di pusat pendidikan (RSUP Sanglah). Mudah2an jg media ini bisa dianggap sapaan kami para pengurus kpd seluruh anggota, bhw kami selalu ingin kebersamaan dlm setiap langkah". kata dokter kadek menutup sambutannya(rds)

Jumat, 25 Juni 2010

Sejarah Berdirinya POGI

dikutip dari : cermin dunia kedokteran
Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami dokter Indonesia yang telah ikut aktif dalam pergerakan nasional dan perjuangan kemerdekaan bangsa, bertekad untuk melanjutkan cita-cita perjuangan dalam rangka mengisi kemerdekaan Indonesia demi tercapainya kehidupan rakyat yang sehat, adil dan makmur.

Taraf kesehatan perempuan Indonesia masih memprihatinkan seperti tercermin dari tingginya angka kesakitan dan angka kematian ibu maupun perinatal. Disadari bahwa kesehatan perempuan merupakan kondisi yang mutlak harus diperhatikan, karena dari perempuan yang sehat akan lahir generasi mendatang yang sehat sehingga mampu menjadi tumpuan harapan bangsa Indonesia untuk bersaing diantara bangsa di dunia terutama dalam era globalisasi.

Untuk mencapai kehidupan rakyat yang sehat, adil dan makmur dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, perlu ditingkatkan pengamalan profesi Obstetri Ginekologi dalam rangka meningkatkan kesehatan perempuan yang merupakan tugas dan tanggung jawab seluruh anggota Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia.

Peningkatan pengamalan profesi kepada masyarakat hanya mungkin dilakukan oleh anggota Perkumpulan Obstetri Ginekologi melalui peningkatan profesionalisme yang mencakup peningkatan ilmu dan ketrampilan, kesejawatan yang didasari oleh etika dan nilai-nilai luhur serta peningkatan rasa tanggung jawab profesi baik langsung kepada pasien maupun melalui peningkatan kualitas jaringan pelayanan Obstetri Ginekologi.
Prof. Sarwono Prawirohardjo

Alm. Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG (1954-1963)

Organisasi ini bernama Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (Indonesian Society of Obstetrics and Gynecology) disingkat POGI (ISOG). POGI didirikan pada tanggal 5 Juli 1954 di Jakarta, dengan ketua pertamanya adalah Alm. Prof. Dr. Sarwono Prawirohardjo, SpOG (1954-1963).

Kedudukan POGI semakin kuat dengan disahkan melalui akte notaris No. 28 tanggal 15 Juni 2001.

POGI adalah satu-satunya organisasi profesi yang menghimpun para Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Indonesia.

(Dikutip dari http://www.pogi.or.id)